Ini Yang Dilakukan Lanud RSA Saat Pergoki Pesawat Asing Masuk Wilayah Udara Natuna Tanpa Izin

- 21 September 2023, 21:47 WIB
Simulasi force down atau penurunan paksa pesawat asing di Main Apron Timur Bandara Lanud RSA, Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Kamis, 21 September 2023 -f/istimewa
Simulasi force down atau penurunan paksa pesawat asing di Main Apron Timur Bandara Lanud RSA, Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Kamis, 21 September 2023 -f/istimewa /

NATUNATODAY - Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (RSA) menerima informasi adanya pesawat asing (Lasa-X) yang terpantau di layar monitor Satuan Radar (Satrad) 212 Ranai.

Setelah dikonfirmasikan ke Kosek IKN Koopsud I dan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, ternyata pesawat tersebut tidak memiliki izin terbang melintas (Flight Clearance Dan Security Clearance) di wilayah udara Indonesia perairan Laut Natuna Utara.

Dengan informasi ini, Komandan Kosek IKN kemudian melaporkan keberadaan pesawat asing tersebut kepada Pangkoopsud I, selanjutnya Pangkoopsud I menindaklanjuti dengan melaporkan ke Koopsudnas atas dasar adanya pesawat asing yang melintas memasuki wilayah NKRI.

Pangkoopsudnas sebagai komando atas selanjutnya memerintahkan kepada wilayah dibawah jajarannya yakni Pangkoopsud I untuk mengerahkan satu flight pesawat tempur TNI AU jenis Hawk 100/200 yang berada Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Pontianak untuk melaksanakan identifikasi serta penindakan terhadap pesawat asing yang memasuki ruang udara NKRI yang menjadi tanggung jawab Lanud RSA dan akan di-force down untuk mendarat di Lanud RSA.

Baca Juga: PMI Batam Serahkan 1 Unit Tosa Untuk Kendaraan Operasional PMI Natuna

Komandan Lanud RSA memerintahkan Kadisops untuk mempersiapkan seluruh unsur Lanud RSA yang terkait bertugas sebagai pengamanan pesawat, crew dan penumpang pesawat.

Setelah mendarat di Lanud RSA, pesawat dibawa menuju Apron Timur Base Ops dengan menggunakan follow me car dan dikawal ketat dari pasukan pertahanan pangkalan (Sathanlan) dan Satuan Polisi Militer TNI AU (Satpomau) Lanud RSA untuk menyergap pesawat asing tersebut.

Unsur Satpomau membawa pilot, crew serta penumpang untuk pemeriksaan passport, kelengkapan dokumen lainnya bersama unsur Intelijen dan staf Hukum Lanud RSA untuk diinterogasi mendapatkan data/informasi yang diperlukan.

Halaman:

Editor: Dani Ramdani


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah